Archive for May, 2007

Aglonema Berlafal Allah

Monday, May 14th, 2007

From Detikcom www.detik.com

Aglonema_1

Surabaya - Sejak ditemukannya lafal Allah di daun bunga aglonema, rumah pasangan suami istri Susilo Hadi (44) dan Supramesti Bibit Rahayu (40) di Jl Brigjen Katamso Gang I/122, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, kebanjiran penonton. Selain para tetangga, banyak juga siswa SD, SMP dan SMK di Sidoarjo banyak berdatangan karena penasaran setelah mendengar bunga ajaib tersebut.

Susilo mengaku sejak aglonema miliknya diberitakan media, rumahnya kebanjiran warga di sekitar Waru, Sidoarjo. "Yang mengherankan, kok mereka tahu saja. Katanya saat jam istirahat, lihat internet di sekolah ternyata ada bunga aglonema yang memiliki lafal Allah," kata Susilo kepada detikcom, Kamis (10/5/2007).

Di antara pelajar yang penasaran berasal dari SDN Kepuh Kiriman II dan SDN Janti. Malah mereka tidak segan-segan membawa print hasil wawancara Susilo dengan detikcom.

"Mereka bilang, katanya merinding saat melihat bunga berlafal Allah di internet. Karena kurang puas, akhirnya mereka ingin melihat dari dekat," jelasnya.

Tidak hanya siswa SD atau SMP, Jupiter, seorang guru MAN Darul Ulum Waru juga diliputi rasa penasaran, "Itu berarti Allah ada di mana-mana. Awalnya saya tak percaya setelah ada cerita dari guru-guru. Karena penasaran, akhirnya saya pun ikut berangkat melihat lafal itu," tambah dia.

Bahkan, lanjut Jupiter, ada orang-orang yang memiliki keimanan yang kuat, sehingga takut dan merinding setelah melihat keajaiban tersebut. (gik/asy)

Awan Berlafal ‘Allah’ Didampingi Awan Berlafal ‘Muhammad’

Friday, May 4th, 2007

from http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/02/tgl/21/time/075622/idnews/744840/idkanal/10

Awandalam

Arifin Asydhad - detikcom

Jakarta - Andie Wibianto mempercayai munculnya awan berlafal ‘Allah’ di langit Ciputat, Tangerang merupakan salah satu kebesaran Allah SWT. Apalagi, Andi melihat awan berlafal Allah itu bersanding dengan awan berlafal ‘Muhammad’.

"Di sebelah kiri awan berlafal Allah, sebenarnya ada awan berlafal Muhammad. Tapi, saya tidak berhasil memotretnya," kata Andie saat berbincang-bincang dengan detikcom, Rabu (21/2/2007).

Andie melihat awan berlafal ‘Allah’ dan ‘Muhammad’ dalam tulisan Arab itu di kaki langit sebelah barat daya di atas perumahan Pesona Legoso Indah, Ciputat, Sabtu, 17 Februari 2007 lalu. Awan itu terlihat olehnya selama 10 menit dari pukul 10.15 hingga 10.25 WIB.

Kebetulan saat itu Andie menenteng kamera digital Fuji FinePix S5600 dan menjepret awan lafal ‘Allah’. "Awan bertuliskan Muhammad gagal saya jepret, karena keterbatasan pandangan dan jarak tembak kamera. Hal ini disebabkan
juga karena lafal Muhammad itu terlalu menghujam ke Bumi," aku Andie.

Tidak lama setelah melihat keaijaiban awan itu, Andie berkonsultasi kepada guru ngajinya. "Dan pak ustadz bilang, biasanya kalau ada penampakan Allah selalu diiringi dengan Muhammad. Dan inilah yang saya lihat," kata dia.

Setelah melihat awan berlafal Allah dan Muhammad, pada Minggu (18/2/2007) pagi, Andi juga mencoba keluar rumah dan melihat ke atas langit. Lagi-lagi dia menemukan awan berlafal ‘La’ dalam huruf Arab. Ada kemungkinan ada awan berbentuk ‘La Ilaha Illallah’. Namun, pesan awan itu tidak terlalu jelas. (asy/asy)

Heboh Kucing Berlafal ‘Allah’ di Tangerang

Friday, May 4th, 2007

from http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/03/tgl/29/time/072652/idnews/760218/idkanal/10

Kucing

Gagah Wijoseno - detikcom

Si Belang berlafal Allah (foto: gagah w/detikcom)

Jakarta - Setelah heboh tentang lafal Allah di jilatan api lumpur Lapindo, terong, awan, dan juga pohon, kali ini lafal Allah juga terlihat pada badan seekor kucing. Kucing yang bernama Si Belang ini pun jadi bahan perbincangan banyak orang.

Sepintas, rumah sederhana yang terletak di Jl Puspiptek Raya, Ampera Poncol, Tangerang, itu memang terlihat tidak ada yang istimewa. Namun, bila ditengok ke ruang dalam, rumah pasangan Ade Yusuf (35) dan Eti Ariyanti (31) ini memang memiliki daya tarik tersendiri.

Daya tarik itu tak lain adalah si Belang. Kucing betina ini menjadi daya tarik, karena corak bulu di sisi kanan dan kiri perutnya membentuk lafal Allah. Lafal Allah dalam tulisan Arab itu memang sangat jelas terlihat.

Kepada detikcom, Rabu (28/3/2007), Eti menceritakan, kucing istimewa itu didapat dari saudaranya yang tinggal di daerah Buaran, Tangerang. Suaminyalah yang memboyong pulang ke rumah.

"Suami saya pergi ke rumah saudara buat ambil aquarium. Ketika di sana, saat suami jongkok, tiba-tiba dicakar oleh kucing itu. Pas pulang kepikiran terus. Kata suami saya kucingnya cakep. Malamnya, pas malam Jumat saya diajak untuk ngambil kucing itu," kenang Eti.

Corak bulu si Belang sebenarnya sudah membentuk lafal Allah sejak pertama kali tiba di rumah Eti setahun yang lalu. Hanya saja kian lama, pola itu semakin jelas terukir di bulunya yang merupakan kombinasi dari warna hitam, kuning pucat, dan putih.

Keunikan Si Belang menarik perhatian beberapa kerabat dan teman dekat Eti. Eti pernah ditawari untuk membawa Si Belang ke orang pintar untuk mengetahui maknanya. "Saya pernah disuruh majikan saya. Tapi saya malas ah. Nanti di sana disuruh bayar, lagian saya juga nggak ada waktu buat yang gitu-gituan," tuturnya.

Eti mengakui ia dan keluarganya sangat menyayangi Si Belang. Si Belang tergolong kucing yang tahu diri dan menghargai kebersihan. "Dia itu kalau buang air nggak pernah di dalam rumah. Terus nggak pernah nyolong atau ganggu orang lagi kumpul-kumpul makan," ujar Eti.

Saat ini Si Belang dibiarkan saja bermain sesuka hatinya di luar ruangan. Dia baru saja melahirkan 2 anaknya. Tapi, kata Bu Eti, bulu-bulu di tubuh anak Si Belang tidak ada yang menyerupai induknya.(gah/asy)

Siapa Penemu Pohon ‘Allah’?

Friday, May 4th, 2007

from http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/03/tgl/28/time/075438/idnews/759604/idkanal/10

Pohonallah

Pekanbaru - Pohon bertuliskan kalimat Allah dalam bahasa Arab terus menjadi tontonan warga Pekanbaru. Lantas siapa gerangan penemu pertama kali pohon yang jadi buah bibir tersebut?

Hari Minggu akhir pekan lalu, merupakan hari pertama penemuan pohon berkalimat Allah tersebut. Pohon akasia yang sudah kering itu hanya berjarak 20 meter dari perumahan penduduk di Jalan Sembilang Indah, Tangekarang, Pekanbaru. Di lokasi ini sebanarnya masih banyak pohon sejenis yang dikelilingi semak belukar yang tumbuh dengan subur.

Lantas siapa gerangan yang menyebutkan bahwa di atas pohon itu ada kalimat Allah? Dia adalah Rudi, remaja yang baru lulus STM tahun lalu. Pemuda yang masih lajang ini pada akhir pekan lalu membantu orangtuanya Amri (50 ) mencari kayu bakar untuk dijual ke rumah makan.

Di lokasi mencari kayu ini, sebenarnya ada tujuh pohon akasia yang sudah kering. Kayu-kayu inilah yang ditebangi orangtua Rudi untuk kemudian mereka jual kembali sebagai kayu bakar. Sebagaimana sore itu, selepas membantu mengumpulkan kayu-kayu, Rudi pun iseng memancing di parit kecil yang tidak jauh dari tumpukan kayu hasil tebangan ayahnya.

Usai memancing, Rudi pun ingin kembali ke rumahnya yang berjarak sekitar 200 meter dari parit itu. Saat melintas, Rudi iseng melihat bekas pohon yang ditebang orangtuanya. Rudi berpikir mengapa satu pohon akasia yang sudah mengering itu tidak ditebang orangtuanya.

Rupanya, dari tujuh pohon akasia yang sudah mengering itu, ada satu pohon yang belum ditebang orangtuanya. Saat itulah, Rudi merasa ada keanehan, mengapa satu pohon batang inibelum juga tuntas ditebang.

"Saat itulah, anak saya melihat ada keganjilan di atas pohon itu. Rudi melihat ada kalimat Allah di pucuk pohon. Lantas kabar ini disebarkan Rudi ke teman-temannya. Sore itu juga warga di sekitar berduyun-duyun untuk menyaksiakannya," urai Amri orangtua kandung Rudi saat ditemui detikcom, Selasa (27/3/2007).

Sejak itu pula, kabar pohon bertuliskan kalimat Allah ini menyebar dari mulut ke mulut. Dan belakangan kabar ini tercium oleh wartawan. Maka sejumlah media massa lokal dan nasional pun turut ramai-ramai menuju pohon tersebut. Kabar ini pun akhirnya dilansir media. Dan sampai kini pohon dengan kalimat Allah masih menjadi tontonan masyarakat Pekanbaru.(cha/asy)

Api Ledakan Pipa Pertamina di Lapindo Berlafal Allah & Kuda Laut

Friday, May 4th, 2007

from http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/12/tgl/14/time/074255/idnews/719873/idkanal/10

Budi Sugiharto - detikcom
Apilapindodalam 
Jilatan api pipa Pertamina di Lapindo membentuk lafal Allah dan kuda laut

Surabaya - Allah Maha Besar! Ledakan pipa gas milik Pertamina di lokasi lumpur Lapindo, jalan Tol Porong-Gempol KM 38 22 November 2006 lalu yang menewaskan 13 orang masih menyimpan misteri. Ada yang mengejutkan sesaat api melumat tanggul di sekitar pusat semburan lumpur tersebut.

Seorang pekerja PU yang tergabung dalam Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur Sidoarjo diam-diam berhasil mengabadikan jilatan api yang cukup mecengengangkan. Bagaimana tidak! Tanpa disadarinya, hasil bidikan fotografer amatir yang namanya dirahasiakan itu menunjukkan keagungan Tuhan Yang Maha Esa.

Kok bisa? Api yang membubung setinggi hampir 1 kilometer itu ternyata sempat membentuk lafal Allah dalam tulisan Arab beberapa saat. Selain itu, api itu juga menunjukkan gambar logo lama perusahaan minyak negara, PT Pertamina: kuda laut.

Boleh percaya, boleh juga tidak. Yang jelas, wartawan detikcom yang menerima softcopy foto ini sempat terkejut menyaksikan foto yang selama ini dianggap biasa oleh Timnas itu.

Pengamatan detikcom, foto tersebut kemungkinan dibidik dari tanggul Desa Renokenongo yang berada di bagian utara pusat ledakan. Memang jika dilihat sekilas, foto itu terkesan biasa.

Namun jika foto itu dicermati dan diteliti lebih lama, terlihat jelas apinya membentuk lafal Allah dan kuda laut. Pertanyaan yang muncul apakah itu jilatan api yang membentuk lafal Allah ini kebetulan saja atau memang memuat pesan-pesan dari Allah? Wallau a’lam. (gik/asy)

Telur Berlafaz Allah Gegerkan Warga Sirimau Ambon

Friday, May 4th, 2007

from http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/04/tgl/28/time/102416/idnews/773734/idkanal/10

M Hanafi Holle - detikcom
Ambon - Warga Desa Galunggung, Sirimau, Ambon digegerkan sebutir telur bertuliskan Allah. Mereka berbondong-bondong ke rumah seorang warga, Nurhayati (47), untuk menyaksikan telur ajaib itu.

Kulit telur yang berguratkan tulisan Allah juga pernah ditemukan di Makassar dua tahun lalu.

"Tapi ini baru pertama kali di sini," kata Nadhy (22), putra Nurhayati, Sabtu (28/4/2007).

Ikhwal penemuan telur ini berawal ketika Nadhy membeli satu dus telur yang berisi 30 butir di pasar Batumerah, Ambon pukul 09.00 WIT.

Sesampainya di rumah, telur itu diberikan kepada ibunya, Nurhayati. Nurhayati pun langsung bergoreng telur satu per satu.

Ketika akan memecahkan sebutir telur, Nurhayati kaget bukan kepalang. Saat itu dia melihat tulisan Allah dalam bahasa Arab di kulit telur ayam kampung yang dibeli putranya.

Dia langsung memberitahukan keluarganya. Seketika itu juga berita telur bertuliskan Allah itu menyebar ke seantero desa.

Warga pun berbondong-bondong menyaksikan telur ajaib itu. Untuk mengamankan telur tersebut, Nurhayati meletakkannya di dalam toples kaca. Warga yang penasaran dapat melihat telur tersebut tanpa bisa menyentuhnya.

"Tulisan Allah-nya sangat jelas. Saya bersyukur dapat karunia ini," ujar Nurhayati.(umi/nik)

Terong Berlafaz Allah Ditemukan Lagi di Jakarta Timur

Friday, May 4th, 2007

from http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/02/tgl/24/time/163043/idnews/746544/idkanal/10

Hendi Suhendratio - detikcom
Jakarta - Sebuah terong menghebohkan warga kampung Lilo, Jatinegara, Jakarta Timur. Setelah dibelah dua, susunan biji-biji terong hijau itu menyerupai lafaz Allah dalam bahasa Arab. Warga pun berdatangan ingin menyaksikan langsung.

Terong ajaib itu ditemukan Iwan Ridwan secara tidak sengaja. Saat hendak sarapan, Iwan berniat menjadikan terong tersebut sebagai lalapan.

"Tapi setelah dibelah dua kok biji-bijinya membentuk tulisan Allah," cerita Iwan saat ditemui detikcom di rumahnya RT 11 RW 03, kampung Lilo, Sabtu (24/2/2007).

Iwan mengatakan, penemuan terong itu merupakan hikmah agar manusia lebih dekat lagi kepada sang pencipta. "Ini kebesaran Allah yang membuktikan bahwa semua ciptaannya memiliki maksud," ujarnya.

Karena itu, Iwan bermaksud akan menyimpan penemuannya itu.

Minggu 4 Februari lalu, seorang warga Klender, Zainuri juga menemukan terong ajaib semacam ini. Terong itu diperoleh Zainuri saat membeli pecel lele di sebuah warung tenda di daerah tersebut. Lalapan berupa sebuah terong hijau yang didapatkan dibelah dan terdapat tulisan menyerupai Allah.(ken/qom)

Telur Ayam Berlafal Allah Disimpan 2 Tahun Tidak Busuk

Friday, May 4th, 2007

from http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/04/tgl/09/time/151046/idnews/764697/idkanal/10

Telordl

Feri dan telur ajaibnya (Gunawan/detikcom)

Makassar - Belakangan, berbagai benda ditemukan bertuliskan lafal Allah. Dari awan, pohon, terong, hingga kucing. Kini, lafal Allah kembali ditemukan di kulit cangkang
sebutir telur ayam di Makassar.

Telur itu adalah milik Feri, warga Jl Andalas, Makassar. Feri membeli
telur itu, dua tahun lalu di Hypermart Global Trade Center, Tanjung Bunga,
Makassar.

"Waktu itu saya dan istri membeli telur satu kilo. Kami memilih-milih
telur, dan saya menemukan ada telur yang aneh. Soalnya di kulit
cangkangnya ada sesuatu yang menyembul, seperti relief," ujar Feri di
kediamannya, Senin (9/4/2007).

Sesampainya di rumah, telur itu akan dipecah istrinya untuk dibuat telur
dadar. "Tapi sama saya tidak boleh, karena mau saya simpan," imbuh Feri.

Dua tahun berlalu, ternyata telur itu tidak busuk. Keadaannya tidak
berubah, dan masih sama seperti ketika pertama kali dibeli. "Saya baru
sadar ada lafal Allah, seminggu lalu. Itu juga karena diberi tahu pembantu
saya," beber pria Nasrani itu.

Karena itu, dia lantas memanggil ustad. Ternyata, ustad itu mengatakan
lafal di kulit cangkang itu berbunyi "Allahu sami’ul ‘alim" yang artinyaAllah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.

"Ustad itu menafsirkan tulisan di telur itu hendak memberitahukan adanya 4
bencana yang akan menimpa negeri ini, yakni bencana banjir, gempa dan
gunung meletus, kebakaran, dan angin kencang puting beliung," tukas Feri.

Karena memiliki telur yang unik, rumah Feri banyak didatangi orang. Warga,
yang kebanyakan tetanganya, beramai-ramai datang untuk menyaksikan sendiri
lafal Allah di telur tersebut.(nvt/nrl)

Lafaz Allah di Tomat dan Melon

Friday, May 4th, 2007

http://www.posmetrobatam.com/index.php?option=com_content&task=view&id=216&Itemid=1

Sabtu, 21 April 2007
TIBAN, METRO: Heboh, lafaz ‘Allah’ dalam tulisan arab ditemukan dalam tomat yang terbelah. Jumiatun (41), pemilik tomat tersebut mengaku takjub dengan fenomena itu. Terlebih ketika ia sadar, tomat merah itu sudah 20-an hari disimpannya di kulkas, tapi terlihat tetap segar. Kepada POSMETRO Jumat kemarin, warga perumahan Taman Sari Blok A No 103 Tiban ini menuturkan perihal keajaiban tersebut. Kesehariannya, ibu dua anak ini berstatus sebagai ibu rumahtangga (IRT).

Jumiatun mengaku membeli tomat tersebut di pasar Tos 3000 Jodoh, Jumat (30/3) lalu, dalam rangka ajang Kreatif Anak Sholeh 2007. Selama mengabdikan diri sebagai juru masak, baru kali ini ia menemukan fenomena tersebut. “Saya beli sekilonya enam ribu,” imbuhnya. Seperti biasanya, tomat itu kemudian disimpannya di kulkas.

Nah, lafaz Allah ini ditemukan pada tomat seberat 142 gram yang dibelahnya, Kamis (19/4) pagi. “Mungkin ini petujuk buat kita semua agar kita lebih mendekatkan diri kepada Allah, karena Allah ada di mana-mana,” komentar perempuan berjilbab ini.

Hanya saja, usai membelah tomat itu, Jumiatun tak menyadari adanya tulisan itu. “Setelah saya belah, tomatnya saya simpan lagi ke dalam kulkas, tulisan itu diketahui anak sulung saya,” jelasnya lagi.

Lafaz Allah itu terlihat pada urat dalam tomat. Secara kasat mata, tulisan itu menyatu dengan serat-serat tomat tersebut. Hanya saja, sebelum menemukan tulisan berlafaz Allah itu, Jumiatun memang tak menerima petunjuk apa pun. “Memang sampai sekarang tak ada hal-hal yang aneh maupun petunjuk dalam mimpi, tapi saya yakin ini adalah salah satu kebesaran Allah agar kita lebih mendekatkan diri kepada-Nya,” ungkap perempuan kelahiran Banyumas 11 November 1966 ini.

Melon Bertuliskan Minallah
Fenomena serupa juga terjadi di Batamcentre. Tiga minggu silam, Kardi (40), pegawai RM Suri Bundo terperanjat ketika mendapati guratan-guratan di kulit melon yang terangkai membentuk lafaz ‘Minallah’. ‘’Saya sampai merinding dibuatnya. Sampai sekarang, masih tetap merinding,’’ katanya saat ditemui POSMETRO di tempatnya kerja, kemarin.

Ya, meski buah melon itu sudah dijus, namun kulit melon yang berlafazkan ‘Minallah’ itu tetap disimpan hingga sekarang. Diletakkan di dalam sebuah akuarium mini, Kardi menuturkan, para pengunjung rumah makannya kerap penasaran dengan penemuannya. Saat ditemukan, dibawah tulisan “Minallah’ yang bertulis dalam huruf arab itu juga ditemukan gambar ikan lao-han. ‘’Sewaktu masih utuh, jelas sekali tulisannya,’’ tambah Kardi.

Kardi bercerita, rekan kerjanya lah yang membeli melon itu dari Pasar Tos 300, sekitar tiga minggu silam. Seperti perlakuan buah lainnya yang akan dijus, melon itu kemudian diletakkan di etalase kaca. ‘’Tiga kali melon itu mau dibelah untuk dijadikan jus. Tapi setiap kali mau dibelah, tidak jadi,’’ imbuh. Nah, ketika duduk sendiri sembari menunggu pembeli, mata Kardi tertuju pada melon di etalase tersebut. Disimak dengan seksama, Kardi terkejut ketika mengetahui guratan-guratan di kulit melon  di depannya, merangkai menjadi lafaz Minallah.(izo/yoh)

Perawang Heboh, Tandan Pisang Bertuliskan Mirip Kalimat Allah

Friday, May 4th, 2007

http://www.riaupos.com/baru/content/view/3977/73/

19 April 2007 Pukul 13:28

PERAWANG (RP) - Rabu (18/4), masyarakat Perawang dihebohkan dengan adanya pohon pisang yang pada tandannya bertuliskan mirip kalimat Allah.
Pohon pisang yang tumbuh diperbatasan Desa Pinang Sebatang dan Desa Tualang ini, hari itu menjadi perhatian warga sekitar.

Warga yang mendengar adanya pohon pisang yang berlafazkan tulisan Allah, berbondong bondong mendatangi tempat tersebut ingin melihat langsung dari dekat kebenaran berita itu. Sejak pagi hari hingga siang, puluhan warga berdatangan silih berganti sampai areal pohon pisang itu selalu dipadati warga.

Posisi pohon pisang yang tumbuh di areal kebun milik Abdul Razak (44) warga Desa Tualang, dirinya menagku tidak ada firasat sama sekali akan munculnya tulisan lafaz Allah. Sebenarnya awal penemuan pohon pisang berlafahkan Allah ini, pertama kali ditemukan seorang adiknya, Halimah pada Ahad (15/4) lalu.

‘’Pada waktu mulai muncul, adik saya Halimah menyatakan bahwa ada keganjilan pada pohon pisang yang berada di depan rumah, tapi saya menjawab tidak ada yang aneh tapi hari ini (Rabu,red) mulai terlihatkan lafaz Allah, namun pada hari Senin kemarin, warga yang sudah lewat jalan ini mulai merasa aneh dengan munculnya buah pisang yang berbentuk aneh,’’ ungkap Abdul Razak. (*1)